DNA Arsitektur Vernakular Bungku. Dimana? Bagaimana?
![]() |
| Rumah Raja Bungku Sumber : Sultanindonesia.Wordpres.com |
Untuk membentuk sebuah ruang dalam arsitektur tradisional, rumah/ bangunan tradisional dianggap memiliki kesetaraan dengan manusia atau biasa dikenal dengan konsep Tri Angga dalam arsitektur vernakular. Sebuah konsep yang merupakan perwujudan fisik kehidupan dan hubungan vertikal antara manusia dan tuhannya (kosmologi). Yang di representasikan dalam bentuk anatomi tubuh manusia. Setiap bangunan haruslah memiliki kaki, badan dan kepala yang diterjemahkan sebagai berikut.
![]() |
| Contoh Rumah Adat Tongkonan Sumber : dot.Player.Info |
1. Kaki/ dunia bawah = tiang/ kolong (diterjamahkan sebagai ruang nista/ pembersihan) Kenapa Nista? Secara umum bentuk rumah tradisional berwujud rumah panggung/ kolong, bagian bawah rumah tersebut lebih dominan digunakan sebagai tempat hewan peliharaan/ ternak, bisa ayam, sapi, kerbau, babi atau anjing dll. Kenapa demikian? Hal ini dimaksudkan selain sebagai tempat berlindung hewan peliharan juga sebagai wujud perlindungan pemilik rumah terhadap siapa saja tamu yang datang agar terhindar dari mala bahaya (sewaktu-waktu bahaya akan datang dari bawah/ kolong rumahnya), dan hewan peliharaan akan menjadi alaram bagi tuannya. Itu sebabnya di artikan kemudian sebagai ruang nista juga pembersihan.
2. Badan/ dunia tengah = tempat tinggal (diterjemahkan sebagai ruang madya/ tempat mengisi energi) Kenapa madya? Ruang tengah sebagai perantara tempat penghuninya beristrahat dari banyak lelah di siang hari.
3. Kepala/ dunia atas/ sakral = sebagai atap dan sebuah tempat pemujaan (diterjemahkan sebagai ruang utama) kenapa utama? Umumnya ruang atas pada rumah tradisional digunakan sebagai tempat pemujaan dan tempat penyimpanan bahan makanan, secara kosmologi ruang atas dapat menjadi perantara hubungan vertikal antara penghuni rumah dan tuhanannya sehingga dapat memberikan perlindungan, rahmat dan rezeki yang melimpah, pun juga sebagai tempat penyimpanan bahan pangan untuk ketersediaan makanan agar dapat menyambung hidup beberapa waktu kedepan jika musim berganti.
Selanjutnya untuk membentuk struktur bangunan yang kokoh dalam arsitektur tradisional Indonesia dikenal dengan dua jenis struktur yaitu PASAK dan IKAT. Struktur hubungan PASAK lebih banyak digunakan di indonesia Bagian Barat yaitu rumah-rumah tradisional ditanah jawa dan lainnya dan beberapa ditimur. Sedangkan struktur hubungan IKAT lebih banyak digunakan pada rumah- rumah tradisional dibagian timur Indonesia.
Mari kita meneropong Rumah Raja Bungku?
dari banyak terminologi atau konsep yang di perdebatkan dalam merepresentasekan arsitektur tradisional Bungku di Kab. Morowali, baik di kalangan akademisi, tokoh masyarakat, budayawan maupun kalangan profesi, yang paling bersifat problematik dan mengundang kontroversi adalah sesungguhnya tentang perwujudan otentik arsitektur vernakular terhadap rumah raja Bungku.
"Apa yang dapat dijadikan batasan untuk menafsirkan dan memberi makna penerapan arsitektur vernakular pada rumah raja Bungku? Apakah dimensi historis atau waktu? Dimensi ruang atau geografis? Dimensi sosio-kultural? Dimensi legal-politis? Ataukah dimensi formal-tektonik?"
Sebagai sebuah konsep dan rujukan, apakah gaya arsitektur rumah raja Bungku merujuk pada realitas empirik yang mewujud (tangible), atau pada idealism utopis yang nir-wujud (intangible)? Dapatkah konsep ini didekati dari sudut pandang keilmiahan (scientific) semata? Ataukah juga harus diimbangi dengan muatan emosi, sentimen kebangsaan, atau romantisisme budaya masa lampau? Prinsip-prinsip etik apa yang perlu dijunjung tinggi ketika seseorang berhadapan dengan kompleksitas bentuk rumah raja Bungku? layakah rumah raja Bungku dijadikan sebagai suatu mashab (school of thought) dalam penelitian, atau sumber inspirasi dalam desain arsitektur neo vernakular dan kontemporer?
Institusi mana yang memiliki otoritas untuk mengkonfirmasi keabsahan rumah raja Bungku sebagai bentuk nyata terjemahan arsitektur vernakular yang lampau sehingga bisa dijadikan rujukan studi atau preseden desain yang layak diadopsi dalam pengembangan tubuh pengetahuan (body of knowledge) arsitektur, di tanah bungku secara khusus dan Indonesia secara umum?
.jpeg)
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar