Arsitektur, UMKM, dan Taman Kota Fonuasingko

Kisah paling populer dalam kegagalan arsitektur dunia adalah proyek Pruitt-Igoe  kisah tentang kegagalan desain permukiman yang digadang-gadang sebagai wujud prestasi ModernismeMenjelang kejatuhanya Pruitt-Igoe mulai dibicarkan sebagai bentuk kegagalan perancangan. 


Dok. Foto kawasan permukima pruitt-igoe
Sumber: Theguardian.com

Pruitt-Igoe menjadi contoh dari sebuah karya arsitektur yang tidak mengindahkan dimensi sosial budaya, sebuah lingkungan yang tak mampu menaungi penghuninya, sebuah kesalahan pemrograman arsitektur. Dalam sebuah terbitan, ia bahkan disebut sebagai sebuah “kasus kesalahan historis” (Architectural Forum, 1965). Tempat itu tidak ramah penghuni lantas dijadikan kelompok tertentu sebagai pusat perjudian, peredaran narkoba, pemerkosaan dan bahkan pembunuhan) hingga akhirnya sebuah kawasan mega-block  dengan 2,870 unit hunian itu dirobohkan oleh pemerintahnya sendiri.

Lalu bagaimana dengan taman kota fonuasingko? digadang gadang akan menjadi ikon baru pusat pertumbuhan UMKM sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap perputaran ekonomi masyarakat di wilayah itu. Taman kota fonuasingko dibangun melalui APBD morowali dengan nilai projek kurang lebih 7 miliar rupiah. 

Dok. Foto suasana siang hari
Sumber : Foto pribadi

Dok. Foto taman kota fonuasingko
Sumber : Morowali.go.id

Anggaran demikian cukup besar seharusnya mampu mengakomodir kebutuhan pelaku aktifitas dan hadir sebagai market baru UMKM Morowali. Sudah kurang lebih 1 bulan setelah peresmian pemfungsian taman kota fonuasingko tak nampak aktifitas pelaku UMKM yang ramai. Apakah ruang yang desediakan tidak menjawab kebutuhan? 
Jika benar demikian artinya konsep pembangunan ruang ini tentu gagal. Telah terjadi kesalahan pemrograman arsitektur. Representase nilai sosial budaya serta historis abay dilaksanakan, lalu apakah kita menyalahkan perencanaan dan pelakasanaan proyek? Boleh ia boleh tidak dalam sebuah kutipan pepatah mengatakan 

(Ketika orang yang kita sayangi dilanda musibah, kita akan berkata" itu adalah ujian, tuhan akan mengangkat derajatmu". Namun Ketika orang kita benci mengalami musibah kita akan berkata " itu adalah hukuman tuhan segeralah bertobat") 

Dua hal yang ketika kita perdebatkan takkan selesai. Sebagai sebuah rujukan perubahan tentu semua usaha- usaha yang telah lahir haruslah termanfaatkan dengan baik, dengan sumber daya yang maksimal walau harus bertaruh survive ditengah sempitnya kesempatan pasar yang diciptakan oleh sarana dan prasarana yang ada. Anggaran besar telah habis, kawasan baru telah hadir mari dikelola dengan sukacita. 

Dikondisi ini tentu  membutuhkan sistem managerial yang baik untuk dapat menjamin terlaksananya manajemen pemasaran, hal ini erat kaitannya dengan bagaimana menjaring konsumen sesuai dengan pangsa pasar yang ingin dituju, tahu bentuk dan metode pemasaran yang spesifik, bagaiamana memperkenalkan barang yang diproduksi ke publik?. Manajemen sumber daya manusia  juga tak luput diikut sertakan dalam pengembangan kawasan UMKM ini karenanya perlu dipikirkan dalam kawasan yang sudah terlanjur basah itu siapa yang akan mengisi posisi apa? atau yang lebih sederhana akan difungsikan sebagai tempat apa kawasan UMKM baru ini, benar sebagai pusat jajanan serba ada? atau mungkin hanya sebatas tempat jualan cendera mata khas ole- ole morowali misalkan? atau bisa jadi sebagai pusat kreatifitas industri rumahan? 

Hal demikian harus dipikirkan agar kawasan baru UMKM itu tidak menjadi karya gagal yang sepi pengunjung, kawan kawan UMKM menarik diri lalu menjadi kompleks kecil tempat tumbuhnya kriminalitas seperti yang terjadi pada kasus Pruitt-Igoe yang akhirnya dibongkar oleh pemerintahnya sendiri.
.
.
.
.
Ketua Bidang VIII (Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) BPC HIPMI Morowali

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa manfaat berkuliah Proffesional Engineer (Insinyur)?

Tren Ideologis Pemuda Morowali