Tren Ideologis Pemuda Morowali

Pemuda sebagai generasi baru yang berwawasan maju merupakan sumber daya manusia pembangunan terbaik saat ini dan masa akan datang, perubahan sosial cultural yang sangat cepat menjadi salah satu tantangan bagi setiap anak bangsa untuk dimenangkan. Hal demikian terjadi di Kabupaten Morowali sebuah Kabupaten/ Kota yang terletak di ujung timur Provinsi Sulawesi Tengah. Daerah kaya sumber daya alam yang menjadikan Industri pengolahan menjadi salah satu penopang pertumbuhan sosial, ekonomi dan budaya di wilayah ini, Kabupaten Morowali menjadi daerah penting untuk pemulihan ekonomi Indonesia semasa dan pasca pandemi Covid-19 dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

Pemuda morowali kini jika dibandingkan dengan 10 atau 15 tahun terakhir tentu jauh lebih hebat dari sebelumnya. Muda- mudi morowali tumbuh sebagai refolusioner dengan berbagai latar belakang dan profesi. jika dahulu jumlah lulusan perguruan tinggi sedikit jumlahnya hari ini bertambah lebih banyak, pertanda anak muda morowali tanggap kemajuan.

Lalu dimana posisi pemuda morowali?  Dewasa ini pemuda morowali dalam arus perubahan sosial yang cepat dan masif, eksistensi dan nilai jual pemuda seringkali beradu oleh kepentingan pragmatis, upaya konsumtif, juga upaya bertahan hidup. Kuasa ini kerap terjadi dan bertolak belakang dengan tujuan pendidikan dan kestabilan sosial serta lingkungan. 

Anak muda morowali dalam prakteknya menggunakan sumber daya manusianya sebagai sebuah gerakan spasial yang memposisikan diri sebagai yang paling mampu dan bisa dalam memecah kebuntuan di tengah banyaknya persoalan sosial dan lingkungan di wilayahnya. Banyaknya jumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan industri pengolahan yang tengah berjalan, merubah hulu dan hilir resistensi kritis pengetahuan pemuda morowali menjadi dua mata rantai yang berseberangan.

Pemuda morowali dalam kelompok pertama mampu memberdayakan posisinya sebagai tokoh sentral yang meredam isu kesewenangan corporate dan lingkungan oleh berbagai manifestasi strategis yang dijadikan jualan pada setiap jiwa masyarakat morowali, kepercayaan masyarakat bertumbuh apalagi jika di dukung dalam posisi lingkar penguasa. "Disini kesejahteraan sosial dan ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja baru menjadi jualan yang paling ramai sehingga kestabilan alam terhadap ruang hidup tidak lagi menjadi parameter penting". 

Hal ini tentu bertolak belakang dengan pemuda morowali kelompok kedua, dalam barisan ini adalah pemuda morowali yang bediri ideologis terhadap segala hal yang menimbulkan efek monopoli pada setiap ruang hidup masyarakat morowali, kelompok ini cenderung kritis terhadap gerakan- gerakan populis, sebab sejatinya bagi mereka kesejahteraan sosial dan ekonomi akan bertumbuh baik jika sejalan dengan kondisi lingkungan yang stabil. 

Namun kemudian dalam Jokes pemuda morowali masa kini keputusan sosio politik kelompok pertama cenderung memberi kesejahteraan. Kelompok kedua cenderung sukar dan tidak bertumbuh secara ekonomi.

Dua kelompok pemuda yang berbeda menjadikan tanah ini penuh warna dan tantangan, serta memberi sinyal desentralisasi otonomi daerah yang diimplementasikan ternyata belum menunjukkan hasil yang menggembirakan, terutama dalam kaitannya dengan tata pemerintahan, daya saing ekonomi lokal, kebijakan energi dan sumber daya mineral, keputusan sepihak mengenai kewenangan yang lebih mementingkan kebijakan corporate oleh restu kebijakan pemerintah pusat tanpa mempertimbangkan secara rigid dan detail persoalan di daerah serta rumitnya pengelolaan hubungan kewenangan daerah.


Founder Jurnal Pemuda
Jalaluddin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arsitektur, UMKM, dan Taman Kota Fonuasingko

Apa manfaat berkuliah Proffesional Engineer (Insinyur)?